Tugas 10 fania azura: Prinsip disiplin kelas
1. Pengertian
Disiplin
Kata disiplin berasal dari bahasa latin “Disciplina” yang
merujuk kepada belajar dan mengajar. Kata ini berasosiasi sangat dekat dengan
istilah “disciple” yang berarti mengikuti orang belajar di bawa pengawasan
seorang impinan.Disiplin adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan
dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan
penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun (AsyMas’udi, Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT TigaSerangkai, 2000).
Adapun menurut kamus umum Bahasa Indonesia, W.J.S
Poerwadarminta, istilah disiplin mengandung pengertian sebagai berikut : -
Latihan batin dan watak dengan maksud supaya segala perbuatannya selalu
mentaati tata tertib di sekolah. - Ketaatan pada aturan dan tata tertib.
Menurut Masyhud (2000:34) disiplin adalah
kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur
sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab
tanpa paksaan dari siapapun.Sedangkan The Liang Gie (dalam Masyhud, 2000:34)
memberikan pengertian disiplin adalah suatu keadaan tertib di
mana orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada
peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.Disiplin sekolah adalah
usaha sekolah untuk memelihara perilaku peserta didik agar tidak menyimpang dan
dapat mendorong peserta didik untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan
dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Yang dimaksud dengan aturan sekolah (school
rule) tersebut, seperti aturan tentang standar berpakaian (standards of
clothing), ketepatan waktu, perilaku sosial dan etika belajar.
Dalam Rohani (2010: 46) disiplin kelas adalah keadaan tertib
dalam suatu kelas yang didalamnya tergabung guru dan peserta didik taat kepada
tata tertib yang telah diterapkan dan disepakati di dalam kelas.Disiplin pada
hakekatnya adalah pernyataan sikap mental dari individu maupun masyarakat yang
mencerminkan rasa ketatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk
menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan.
Disiplin dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatur perilaku anak
dalam mencapai tujuan pendidikan, karena ada perilaku yang harus dicegah atau
dilarang, dan sebaliknya, harus dilakukan.Pembentukan disiplin pada saat
sekarang bukan sekedar menjadikan peserta didik agar patuh dan taat pada aturan
dan tata tertib tanpa alasan sehingga mau menerima begitu saja, melainkan
sebagai usaha mendisiplinkan diri sendiri (self discipline). Artinya ia
berperilaku baik, patuh dan taat pada aturan bukan karena paksaan dari orang
lain atau guru melainkan karena kesadaran dari dirinya.Maka dapat disimpulkan
bahwa disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu aturan yang
dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak lain
atau suatu keadaan di mana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur dan
semestinya serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung
maupun tidak langsung.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan
secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak lain atau suatu
keadaan di mana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur dan semestinya serta
tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dan disiplin kelas adalah keadaan tertib dalam suatu kelas yang didalamnya
tergabung guru dan peserta didik taat kepada tata tertib yang telah diterapkan
dan disepakati di dalam kelas.
B. Bentuk-Bentuk
Disiplin Kelas
1. Disiplin siswa dalam menentukan dan
menggunakan cara atau strategi belajar
Keberhasilan siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara
belajarnya. Siswayang memiliki cara belajar yang efektif memungkinkan untuk
mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi dari pada siswa yang tidak
mempunyai cara belajar yang efektif.
Untuk belajar secara efektif dan efisien diperlukan kesadaran
dan disiplin tinggi setiap siswa.Belajar secara efektif dan efisien dapat
dilakukan oleh siswa yang berdisiplin. Siswa yang memiliki disiplin dalam
belajarnya akan berusaha mengatur dan menggunakan strategi dan cara belajar
yang tepat baginya. Jadi langkah pertama yang perlu dimiliki agar dapat belajar
secara efektif dan efisien adalah kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan
keyakinan bahwa belajar adalah untuk kepentingan diri sendiri, dilakukan
sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada orang lain.
Hal ini sejalan dengan
pendapat yang menyatakan belajar akan lebih berhasil apabila kita memiliki :
a. Kesadaran atas tanggung jawab belajar,
b. Cara belajar yang efisien,
c. Syarat-syarat yang diperlukan ( Oemar
Hamalik, Metoda Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan Belajar,
Bandung: Tarsito,2005)
Selain memiliki strategi belajar siswa yang tepat, siswa juga
perlu memperhatikan metode atau cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan
dalam belajarnya. Seperti yang kita ketahui belajar bertujuan untuk mendapat
pengetahuan, sikap, kecakapan dan keterampilan. Cara yang demikian itu jika
dilakukan dengan penuh kesadaran dan disiplin tinggi maka akan menjadi suatu
kebiasaan, dan kebiasaan dalam belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar.
2. Disiplin terhadap pemanfaatan waktu
a. Cara mengatur waktu belajar
Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pelajar atau siswa
adalah banyak pelajar atau siswa yang mengeluh kekurangan waktu untuk belajarnya,
tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki keteraturan dan disiplin untuk
mempergunakan waktu secara efisien.Banyak waktu yang terbuang-buang disebabkan
karna mengobrol omongan-omongan yang tidak habis-habisnnya.Sikap yang demikian
itu harus ditinggalkan oleh siswa karena yang demikian itu tidak bermanfaat
baginya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil mencapai
kesuksesan dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan berdisiplin
memanfaatkan waktunya.Dalam ajaran Islam disiplin dalam pemanfaatan waktu
sangat dianjurkan, disiplin bukan hanya dalam pemanfaatan waktu belajar saja,
tetapi disiplin perlu juga dilakukan oleh setiap orang dalam setiap waktu dan
kesempatan.
Dalam belajar pemanfaatan waktu secara baik dan dikerjakan
dengan baik dan tepat waktu adalah merupakan hal yang terpuji.Dari uraian di
atas dapat dipahami bahwa penggunaan atau pamanfaatan waktu dangan baik
menumbuhkan disiplin dalam mempergunakan waktu secara efisien.
b. Pengelompokan waktu
Banyak siswa yang
belajarnya kurang dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya karena
tidak membagi-bagi waktunya untuk macam-macam keperluan, oleh karna itu,
berbagai segi dan teknik untuk mengatur pemakaian waktu perlu dipahami sebagai
langkah untuk mengembangkan keterampilan mengelola waktu studi.
c. Penjatahan waktu belajar.
Setiap siswa perlu
mengadakan prinsip belajar secara teratur dan untuk belajar secara teratur
setiap hari harus mempunyai rencana kerja. Agar siswa tidak banyak membuang
waktu untuk memikirkan mata pelajaran yang akan dipelajari suatu saat dan apa
yang harus dikerjakannya. Oleh karena itu agar siswa tidak dihinggapi
keraguan-raguan terhadap apa yang hendak dipelajarinya maka ia harus punya
rencana kerja atau daftar waktu dalam belajar.
Adapun cara untuk membuat jadwal yang baik adalah sebagai
berikut :
1) Memperhitungkan waktu setiap hari untuk
keperluan-keperluan tidur, belajar, makan, mandi, olah raga dan lain-lain.
2) Menyelidiki dan menentukan waktu-waktu yang
tersedia setiap hari.
3) Merencanakan peggunaan belajar itu dengan cara
menetapkan jenis-jenis mata pelajaran dan urutan-urutan yang harus dipelajari.
4) Menyelidiki waktu-waktu mana yang dapat
dipergunakan untuk belajar dengan hasil terbaik.
5) Berhematlah dengan waktu, setiap siwa
janganlah ragu untuk memulai pekerjaan, termasuk juga belajar.
3. Disiplin terhadap tugas
a. Mengerjakan tugas rumah
Salah satu prinsip belajar adalah ulangan dan latihan. Sejalan
dengan pendapat yang mengatakan bahwa : “Mengerjakan tugas dapat berupa
pengerjaan tes atau ulangan atau ujian yang diberikan guru, tetapi juga
termasuk membuat atau mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku ataupun
soal-soal buatan sendiri” (Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor yang
Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta,2003)
Berdasarkan pendapat tersebut di atas maka, tugas itu dapat
berupa tes atau ulangan dan juga dapat berupa latihan-latihan soal atau
pekerjaan rumah. Jika siswa mempunyai kebiasaan untuk melatih diri mengerjakan
soal-soal latihan serta mengerjakan pekerjaan rumah dengan disiplin, maka siswa
tersebut tidak akan terlalu kesulitan dalam belajarnya, serta dapat dengan
mudah mengerjakan setiap pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru.
b. Mengerjakan tugas di sekolah
Adapun tugas di sekolah mencakup mengerjakan latihan-latihan tes
atau ulangan harian, ulangan umum ataupun ujian, baik yang tertulis maupun
lisan. Dalam menghadapi tugas-tugas di atas perlu dilaksanakan langkah-langkah
persiapan sebagai berikut :
1) Hindarilah belajar terlalu banyak pada
saat-saat terakhir mengerjakan tes (semua bahan hendaknya sudah siap jauh-jauh
sebelumnya).
2) Pelajarilah kembali bahan yang sudah pernah
didapat secara teratur sehari atau dua hari sebelumnya.
3) Buatlah suatu ringkasan atau garis besar
tentang bahan yang sedang dipelajari kembali itu.
4) Pelajarilah juga latihan soal dan hasil tugas
yang sudah pernah dikerjakan.
5) Peliharalah kondisi kesehatan.
6) Konsentrasikan seluruh perhatian
terhadap tugas yang akan ditempuh.
7) Siapkanlah segala alat atau
perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan dan jika diperlukan syarat-syarat
tertentu, bereskanlah seawal mungkin.
4. Disiplin terhadap tata tertib.
Didalam proses belajar mengajar, disiplin terhadap tata tertib
sangat penting untuk diterapkan, karena dalam suatu sekolah yang tidak memiliki
tata tertib maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar
sesuai dengan rencana. Antara peraturan dan tata tertib merupakan suatu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagai pembentukan disiplin siswa dalam
mentaati peraturan di dalam kelas maupun diluar kelas.
Untuk melakukan disiplin terhadap tata tertib dengan baik, maka
guru bertanggung jawab menyampaikan dan mengontrol berlakunya peraturan dan
tata tertib tersebut. Dalam hal ini staf sekolah atau guru perlu terjalinnya
kerja sama sehingga tercipta disiplin kelas dan tata tertib kelas yang baik
tampa adanya kerja sama tersebut dalam pembinaan disiplin sekolah maka akan
terjadi pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertib sekolah serta
terciptanya suasana balajar yang tidak diinginkan.
Dengan demikian untuk terciptanya disiplin yang harmonis dan
terciptanya disiplin dari siswa dalam rangka pelaksanaan peraturan dan tata
tertib dengan baik, maka di dalam suatu lembaga atau lingkungan sekolah perlu
menetapkan sikap disiplin terhadapsiswa, agar tercipta proses belajar mengajar
yang baik.
Sikap disiplin yang dilakukan sebenarnya merupakan suatu tindakan
untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu, yaitu nilai keagamaan, nilai
tradisional, nilai kekuasaan, nilai subjektif dan nilai rasional.
Dalam menyusun aturan/tata tertib guna memunculkan disiplin
kelas, guru harus melibatkan siswa dalam pembuatannya, memperhatikan hak, dan
kebutuhan peserta didik itu sendiri, serta peran guru dalam disiplin kelas
adalah sebagai salah satu komponen yang harus juga mematuhi peratuaran yang
dibuatnya, bukan hanya sebagai pengatur tanpa ikut melaksanakan.
DAFTAR PUSTAKA
Adriantoni.
2019. Bahan Ajar Manajemen Kelas. Belum diterbitkan
AsyMas’udi.2000. Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Yogyakarta: PT Tiga Serangkai, 2000)
Oemar Hamalik.
2005. Metode Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan Belajar Bandung:
Tarsito
Sangat membantu sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat kakak, semoga bisa kita terapkan dilapangan nantinya🙏
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusmudah dipahi mateerinya
BalasHapusBagus sekali kk
BalasHapusWoww, bagusnya materinya
BalasHapus